Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 4 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 5 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
Karanganyar lahir sebagai dukuh kecil, tepatnya terjadi pada tanggal 19 April 1745 atau 16 Maulud 1670. Pencetus nama Karanganyar adalah Raden Mas Said, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Sambernyawa. Cikal bakal daerah Karanganyar berasal dari Raden Ayu Diponegoro atau Nyi Ageng Karang dengan nama kecil Raden Ayu Sulbiyah. Pada waktu itu Karanganyar menjadi sebuah dukuh kecil (badran baru) yang termasuk dalam wilayah Kasunanan Surakarta, pada saat itu pimpinan Swapraja Kasunanan Surakarta adalah Sri Pakubuwono II.
Akibat dari adanya “Perjanjian Giyanti” pada tanggal 13 Februari 1755 antara Sunan Pakubuwono III dengan Pangeran Mangkubumi, yang salah satu isinya adalah pembagian Kerajaan Mataram menjadi dua wilayah, yaitu Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Dukuh kecil Karanganyar yang terletak di Sukowati Selatan termasuk ke dalam wilayah Kasultanan Yogyakarta dan yang berkuasa pada saat itu adalah Sri Sultan Hamengkubuwono I (Pangeran Mangkubumi) pada tahun 1755-1792.
Pada tahun 1847, Sri Mangkunegara III di Kerajaannya Mangkunegaran mengadakan tatanan baru, analogi yang berlaku di Kasunanan Surakarta adalah Staatblat 1847 No. 30 yang mulai berlaku pada tanggal 5 Juni 1847, yang salah satu peraturan tersebut menyatakan bahwa Karanganyar merupakan salah satu wilayah.
Mangkunegara VII & Gusti Ratu Timur
Pada tahun 1903 dibentuk Kabupaten Anom Kota Mangkunegaran, meliputi wilayah kota Sala bagian utara, Wanareja, Kaliyoso, dan Colomadu, Swapraja Mangkunegaran. Istilah Onderregentschap diubah menjadi regentschap atau dalam bahasa Indonesia yang berarti “Kabupaten” oleh Sri Mangkunegoro VII yang memegang pemerintahan saat itu (1916-1944), tepatnya pada tanggal 20 November 1917.
Pegawai kantor Kabupaten Karanganyar tahun 1928.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa proses terbentuknya Pemerintah Kabupaten Karanganyar dimulai dari Pemerintah Desa yang terbentuk pada masa perjuangan RM Said (1741-1757), kemudian dibentuk Kabupaten Anom pada tanggal 5 Juni 1847, dikuti dengan dibentuknya Kabupaten Karanganyar pada tanggal 18 Nopember 1917. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Karangnyar Nomor 20 Tahun 1998 tentang Hari Jadi Kabupaten Karanganyar, maka Hari Jadi Kabupaten Karangnyar ditetapkan pada tanggal 18 Nopember 1917.
Nama Karanganyar sendiri terbentuk dari tiga kata yang masing-masing mempunyai arti dan maksud:
Ka: Kawibawaningkang dipun gayuh (kawibawaan yang dicita- citakan).
Rang: Rangkepanipun lahir bathin pulung lan wahyunipun sampun turun temurun (rangkapnya lahir dan batin, pulung dan wahyunya turun).
Anyar: Badhe nampi perjanjian anyar/ enggal winisudha jumeneng Mangkunegoro I (akan menerima perjanjian baru yang diangkat menjadi Mangkunegoro I).
Sekolah Pertukangan Colomadu tahun 1928
Reorganisasi wilayah Kadipaten Mangkunegaran dilakukan dengan Kaputusan Sri Mangkunegara VII tentang pembentukan Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Karanganyar. Pada tanggal 18 Nopember 1917 KGPAA Mangkunegara VII di Kabupaten Karanganyar melantik KRT Hardjohasmoro sebagai Bupati Karanganyar.
Dalam pelantikan disampaikan pidato pengarahan oleh KGPAA Mangkunegaran VII antara lain: “Seorang Bupati harus benar-benar menjalankan tugas dengan baik dan loyal kepada tugas pemerintahan, yaitu:
Perlu mempunyai etos kerja yang produktif (kawekelan)
Berperilaku baik sehingga tidak mencemarkan nama keluarga dan jabatan
Mempertahankan kebutuhan pangan para petani/rakyat desa
Menciptakan ketentraman dan ketenangan wilayah”
Dalam kurun waktu tahun 1917 sampai dengan tahun 1930 di kabupaten Karanganyar ada tiga orang Bupati yang memerintah, yaitu
KRMT Hardjohasmoro
RMT Sarwoko Mangoenkoesoemo
RMT Darko Soegondo
Pabrik Gula Tasikmadu tahun 1930.
Berdasarkan Rijksblaad Mangkoenegaran tahun 1923 no.10 Kabupaten Karanganyar dibagi menjadi tiga wilayah Kawedanan 14 dan Wilayah Kapanewon (Kecamatan), yaitu :
Kawedanan:
Kawedanan Karanganyar
Kawedanan Karangpandan
Kawedanan Jumapolo
Kapanewon
Kapanewon Karanganyar
Kapanewon Tasikmadu
Kapanewon Jaten
Kapanewon Kebakkramat
Kapanewon Mojogedang
Kapanewon Karangpandan
Kapanewon Matesih
Kapanewon Tawangmangu
Kapanewon Ngargoyoso
Kapanewon Kerjo
Kapanewon Jumapolo
Kapanewon Tugu
Kapanewon Jatipuro
Kapanewon Jatiyoso
Pada tahun 1930 Kabupaten Karanganyar dihapuskan dan secara administratif dimasukkan ke dalam wilayah Kabupaten Kota Mangkunegaran dengan maksud agar pengelolaan terhadap perkebunan-perkebunan milik Mangkunegaran lebih efisien dan efektif.
Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), daerah Karanganyar masih disebutkan sebagai Kawedanan, bagian dari Kabupaten Kota Mangkunegaran, hanya jabatan dan wilayahnya diganti dengan istilah/bahasa Jepang.
Kunjungan Mangkunegaran VII di Karangpandan
Masa Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI
Setelah Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, Presiden RI mengeluarkan Piagam Kedudukan yang menetapkan Sri Susuhunan Paku Buwono XII dan Sri Mangkunegara VIII, masing-masing sebagai Kepala daerah Kasunanan Surakarta dan Kepala Daerah Mangkunegaran.
Pada akhir tahun 1945 di Surakarta timbul gerakan anti Swapraja yang berkembang hingga Karanganyar, Sragen, Klaten, Boyolali, Wonogiri dan Kota Surakarta menyatakan lepas dari Pemerintah Swapraja. Hal ini mendapat tanggapan dari Pemerintah Pusat dengan terbitnya Penetapan Pemerintah No. 16/SD Tahun 1946 yang antara lain menetapkan daerah-daerah tersebut tergabung dalam Karesidenan surakarta yang dipimpin oleh seorang Residen.
Daerah Kabupaten Karanganyar terdiri dari:
1. Kawedanan Wonoharjo
Kecamatan Gondangrejo (gabungan dari bekas Kapanewon Bonorejo dan Kaliyoso)
12 Tempat Wisata Unggulan di Karanganyar Jawa Tengah, Tempat Wisata Terindah - Karanganyar merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Karanganyar sempat menjadi terkenal di Indonesia karena sebagai "Kota Jemani". Ya, dahulu pada saat demam jemani, Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu penghasil jemani dengan kualitas bagus. Selain Jemani tentunya juga banyak sekali dikembangkan tanaman hias disana seperti anthurium, gelombang cinta, adenium, dan lain sebagainya. Kondisi iklim di Kabupaten Karanganyar yang terdapat di lereng Gunung Lawu ini memang sangat cocok untuk tanaman hias serta tanaman buah dan sayur atau hortikultura. Sampai saat ini, tanaman hias masih dijadikan sebagai salah satu komoditas unggulan di Karanganyar, namun kepopulerannya sudah tidak seperti dulu. Para wisatawan yang berkunjung ke Grojogan Sewu masih banyak yang membeli tanaman hias ini sebagai oleh-oleh keluarga dirumah. Lokasi Kabupaten Karanganyar adalah 14 km di sebelah timur Kota Surakarta atau Solo. Dengan demikian pariwisata di Karanganyar tidak bisa dilepaskan dari Pariwisata di Kota Solo. Banyak paket wisata yang menawarkan paket wisata di Kota Solo dan sekitarnya. Biasanya beberapa tempat wsiata di karanganyar juga dimasukkan dalam paket wisata Kota Solo ini.
Jika orang sunda menyebut air terjun dengan curug, maka orang jawa menyebutnya dengan kata grojogan. Di Karanganyar terdapat tempat wisata yang sangat terkenal yaitu Grojogan Sewu. Grojogan Sewu terdapat di lereng Gunung Lawu atau tepatnya beralamat di Kalisoro, Tawangmangu, Karanganyar. Tempat Wisata Grojogan Sewu ini merupakan tempat wisata unggulan dan sangat terkenal di Kabupaten karanganyar. Hal itu menjadikan tempat wsiata ini ramai dikunjungi oleh para wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Lokasi kawasan wisata ini sangat sejuk karena terletak di lereng gunung yang disekitarnya masih ditumbuhi hutan yang lebat. Di hutan sekitar Grojogan Sewu di Tawangmangu ini banyak terdapat kera yang hidup secara liar. Kera-kera ini seperti kera-kera lainnya, sering merebut tas bawaan para wisatawan. Oleh karena itu anda harus berhati-hati apabila berkunjung ke tempat wisata Grojogan Sewu ini. Untuk sampai ke air terjun pengunjung harus menempuh perjalanan dengan menuruni anak tangga sebanyak 1.250 buah. Cukup melelahkan bagi anda yang tidak terbiasa, namun rasa lelah itu seakan hilang setelah melihat pemandangan Grojogan Sewu yang sangat memukau.
2. Taman Ria Balekambang
Tak jauh dari lokasi parkiran wisata Grojogan Sewu terdapat sebuah taman yang sangat bagus untuk wisata bersama keluarga. Taman ini bernama Taman Ria Balekambang. Tempat Wisata di Kawasan Tawangmangu ini lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, terutama yang ingin menghabiskan liburan akhir pekan. Disini anda dapat menikmati sejuknya udara khas pegunungan serta menikmati berbagai macam fasilitas, seperti Kolam Renang, Lapangan Tenis, Sanggar Lukis dan lain-lain. Perlu anda ketahui kawasan wisata di Tawangmangu ini juga terdapat berbagai macam hotel dan villa yang dapat anda sewa untuk liburan bersama keluarga atau teman. Ya, mungkin hampir mirip dengan di Puncak Bogor lah. Kawasan ini selalu ramai pada Hari Minggu.
3. Astana Giribangun
Dimanakah Presiden Kedua Indonesia Soeharto dimakamkan ? Apakah anda tahu ? Sepertinya tidak banyak yang tahu jika Presiden Kedia RI Soeharto dimakamkan di kabupaten Karanganyar, kecuali mereka yang benar-benar mengidolakannya. Makam Presiden Soeharto ini merupakan kompleks pemakaman keluarga yang diberi nama Astana Giribangun. Astana Giribangun dibangun diatas sebuah bukit yang terletak di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Sebelum Bapak Soeharto wafat, tempat ini sudah digunakan untuk pemakaman Ibu Tin Soeharto beserta beberapa keluarga beliau yang sudah wafat juga. Saat ini makam Bapak Soeharto ini banyak dikunjungi oleh warga masyarakat yang ingin mengenang jasa-jasa beliau dalam membangun Bangsa Indonesia.
4. Candi Cetho
Tempat Wisata di Kabupaten Karanganyar selanjutnya adalah Candi Cetho. Candi Cetho merupakan sebuah Candi Hindu yang terdapat di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kec Jenawi Kabupaten Karanganyar. Menurut sejarah, Candi Cetho merupakan candi peninggalan Kerajaan majapahit. Di kompleks ini juga terdapat petilasan Ki Ageng Krincingwesi yang merupakan leluhur Dusun Cetho. Apa keunikan Candi Cetho di Karanganyar ini ? Candi Cetho memiliki keunikan tersendiri yang tak ada di candi lainnya, yaitu terdapat patung berupa kalacakra atau alat kelamin laki-laki. Selain itu candi Cetho ini dibangun pada lahan yang berundak. Ada sebelas teras yang masing-masing teras memiliki keunikan bangunan tersendiri.
5. Candi Sukuh
Tak jauh dari obyek wisata Candi Cetho, terdapat obyek wisata lain yang tak kalah uniknya dibanding Candi Cetho, yaitu Candi Sukuh. Candi Sukuh terdapat di desa Berjo, kecamatan Ngargoyoso, yang lokasinya tak jauh dari Candi Cetho. Seperti halnya di Candi Cetho, di Candi Sukuh ini juga banyak terdapat patung-patung beraroma erotis. Namun menurut beberapa literatur patung-patung ini memiliki arti sebagai simbul kesuburan. Ada yang unik di Candi Sukuh ini, yaitu struktur bangunan candinya ternyata tidak sama dengan candi lain di Indonesia. Malah struktur Candi Sukuh ini lebih mirip dengan bangunan suku Maya di Meksiko atau suku Inca di Peru. Penasaran bukan, mari berkunjung ke Karanganyar Jawa Tengah !
6. Perkebunan Teh Kemuning
Tempat wisata unggulan di Kabupaten karanganyar Jawa Tengah selanjutnya adalah berupa perkebunan Teh Kemuning. Bagi warga Solo dan sekitarnya, apabila ingin menikmati indahnya perkebunan teh, maka tidak harus pergi ke puncak Bogor, karena di tetangga mereka di Kabupaten karanganyar terdapat sebuah perkebunan teh dengan pemandangan yang tak kalah memukaunya dibanding Puncak Bogor. Perkebunan teh ini disebut dengan Perkebunan Teh Kemuning. Di tempat ini pengunjung dapat menikmati indahnya perkebunan teh yang hijau dengan udara yang sejuk. Selain itu di tempat ini dapat dijadikan sebagai ajang untuk hobi aero sport paralayang tepatnya di Venues Bukit Paralayang Ds. Segoro Gunung Kemuning Karanganyar. Lokasinya memang di lereng Gunung Lawu sehingga udara khas pegunungan menjadi ciri khas daerah ini. Jalur yang ditempuh untuk ke Perkebunan Kemuning ini sejalan dengan jalur yang ditempuh apabila ingin ke Candi Cetho, Candi Sukuh dan Air terjun Jumog.
7. Air Terjun Jumog
Selain Grojogan Sewu di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar juga terdapat Air TErjun Jumog. Tempat wisata di Karanganyar ini bisa dibilang masih baru dan belum sebanyak dikunjungi oleh para wisatawan. Pengunjung tempat wisata ini hanya terbatas pada keluarga dan rombongan dari seputar Wilayah Solo Raya. Suasana yang ditawarkan di kawasan wisata Air Terjun Jumog ini adalah suasana pegunungan dengan udara yang sejuk dengan ditambah dengan air terjun yang indah. Jika anda pernah ke Grojogan Sewu, air trjun di Jumog ini sedikit lebih kecil dibandingkan di Grojogan Sewu. Namun akses untuk menuju ke sini tidaklah begitu sulit. hanya menuruni sedikit tangga dan anda akan sampai di Lokasi wisata, tidak seperti di Grojogan Sewu yang harus menuruni ribuan tangga.
8. Agrowisata Sondokoro
Tak jauh dari Kota Karanganyar terdapat sebuah pabrik gula yang masih dalam naungan PTPN IX Jawa Tengah yaitu Pabrik Gula Tasikmadu. pabrik gula ini merupakan salah satu pabrik peninggalan zaman Balanda dulu. Saat ini manajemen PTPN IX membuka agrowisata di sekitar Pabrik Gula Tasikmadu yang digunakan untuk wisata keluarga di sekitar Karanganyar yaitu Agrowisata Sondoloro. Di area ini wisatawan dapat menikmati berbagai macam fasilitas permainan yang disediakan misalnya flying fox, waterboom dan arena bermain lainnya. Selain itu juga anda dapat mengelilingi kawasan wisata dengan menggunakan kereta tua yang sangat unik dan antik. Hal ini tentunya dapat menjadikan pengalaman tersendiri bagi anda dan anggota keluarga anda.
9. Wisata "Tubing" Goasari Ngargoyoso
Kalau biasanya orang mengenal rafting, di Karanganyar anda dapat melakukan tubing. River Tubing atau biasa disingkat dengan tubing merupakan aktivitas menyusuri sungai dengan menggunakan ban. Peralatan yang digunakan sebagai standard keselamatan hampir sama denga rafting yaitu dengan menggunakan helm dan pelampung. Permainan tubing di Karanganyar terletak di area Banyu Bening Arena yang berada di Desa Punthukrejo Kecamatan Ngargoyoso Karanganyar. Aktivitas tubing ini sangat menyenangkan apalagi dilakukan dengan rombongan. Biasanya rombongan ini bisa sekeluarga, teman kampus atau teman sekantor. Di sepanjang rute sungai yang ditempuh ini pesrta dapat menikmati dinginnya air sungai yang sangat jernih serta bebatuan khas pegunungan. Pemandangan di sekitar sungai juga sangat mengagumkan.
10. Pemandian Sapta Tirta Pablengan
Obyek wisata di Kabupaten Karanganyar selanjutnya adalah Pemandian Sapta Tirta yang berada di Desa Pablengan, Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar. Merujuk pada namanya, Sapta Tirta, di tempat ini terdapat 7 buah sumber mata air yang masing-masing memiliki rasa yang berbeda. Padahal ketujuh sumber mata air ini terletak dalam satu area. Ketujuh sumber air tersebut adalah Pertama, Sumber Air Bleng yang airnya digunakan sebagai bahan pembuatan karak atau kerupuk. Kedua, Sumber Air Kasekten, airnya dipercaya dapat menambah kekuatan dan mensucikan badan. Ketiga, Sumber Air Mati yang dianggap unik sebab airnya selalu tetap, tidak bertambah dan tidak berkurang, namun konon air dari sumber ini tidak boleh digunakan untuk mandi, cuci muka apalagi diminum. Keempat adalah Sumber Air Urus-Urus yang airnya digunakan untuk memperlancar buang air besar atau obat pencuci perut. Kelima, Sumber Air Hangat, airnya dipercaya dapat menyucikan badan sekaligus untuk mengobati berbagai penyakit kulit, gatal-gatal, dan rematik. Keenam Sumber Air Hidup yang airnya dipakai untuk membasuh muka agar seseorang awet muda dan tampak cantik penampilannya, Sedangkan ketujuh Sumber Air Soda, yang airnya berasa soda alami dan bisa menyembuhkan berbagai penyakit dalam seperti ginjal, TBC, liver serta gula.
11. Bumi Perkemahan (BUPER) Camping Lawu Resort dan Sekipan
Masih di Kawasan Wisata Tawangmangu, tak jauh dari lokasi Grojogan Sewu, terdapat sebuah tempat wisata yang tak kalah seru, yaitu berupa Bumi Perkemahan atau Buper. Buper ini sering digunakan untuk melakukan camping baik oleh siswa-siswi sekolah, mahasiswa maupun dari kalangan lainnya. Lokasinya yang sangat sejuk menjadikan tempat ini ramai dikunjungi. Tak hanya untuk tujuan camping, pada saat liburan tiba banyak juga yang sekedar datang untuk menikmati pemandangan berupa jajaran pohon pinus yang sangat indah. Bumi Perkemahan (BUPER) Camping Lawu Resort terletak di Kalisoro, Tawangmangu, Karanganyar. Masyarakat sekitar sudah sangat familiar dengan Buper SEkipan. Jadi kalau anda kesana anda dapat bertanya dengan masyarakat di sekitar Tawangmangu, hampir dipastikan mereka tahu Buper Sekipan.
12. Puncak Gunung Lawu
Wisata di Karanganyar yang juga sudah terkenal berikutnya adalah Puncak Gunung Lawu atau di Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang. Tempat wisata ini kami masukkan karena memang menjadi salah satu daya tarik tersendiri Kabupaten Karanganyar terutama bagi anda pecinta alam di seluruh Indonesia. Lokasi jalur pendakian ini terletak di perbatasan antara Kabupaten karanganyar Jawa Tengah dan Kabupaten Magetan jawa Timur. Untuk mendaki puncak Gunung Lawu ini kami sarankan didampingi oleh pendaki yang sudah berpengalaman. Karena memang mendaki di puncak gunung manapun tidak boleh disepelekan, harus dengan persiapan yang matang serta pengalaman di pegunungan yang mumpuni. Biasanya para pendaki akan memulai mendaki dari pos di Cemoro Sewu dan nantinya berakhir di Cemoro Kandang. Sebelum memulai mendaki anda dapat menikmati segelas kopi dan jajanan yang dijajakan oleh warung di sekitar kawasan ini. Untuk proses pendakiannya biasanya dimulai pada malam hari, harapannya nantinya di pagi hari sudah dapat mencapai puncak dan melihat sunrise dari puncak Lawu Hargo Dumilah. Ada keunikan tersendiri dari Puncak Lawu ini, yaitu di atas Gunung Lawu sebelum sampai puncak ada sebuah warung yang menjajakan makanan untuk para pendaki. Warung ini namanya Warung Mbok Yem yang Lokasinya masih di jalur pendakian ini. Hal ini tentunya sangat membantu para pendaki, karena dapat beristirahat menggelar tenda sambil menikmati berbagai makanan yang dijajakan serta minum berbagai minuman hangat yang juga disediakan. Yang kami tidak habis pikir bagaimana perjuangan pemilik warung ini untuk membawa berbagai macam bahan makanan untuk dibawa ke atas gunung. Perjalanan yang ditempuh padahal hampir sama dengan perjalanan ke puncak Lawu Hargo Dumilah.
Nah, Demikian tadi 12 Tempat Wisata Unggulan di Karanganyar Jawa Tengah. Di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah sendiri tidak hanya terdapat 12 wisata diatas saja, namun banyak juga wisata lain yang mungkin belum banyak terekspos dan belum banyak dikembangakn oleh pemerintah setempat. Berikut ini kami sampaikan juga beberapa tempat wisata lainnya yang tak kalah menarik yang terdapat di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.
Pemandian Air Hangat Cumpleng terletak di Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu Monumen Joko Songo, merupakan Makam Pahlawan dari para Tentara Pelajar (TP) yang tergabung di Pasukan Ala-alap yang gugur melawan penjajah Belanda
Candi Planggatan, letaknya di tidak terlalu jauh dari Candi Sukuh
Monumen Tanah Kritis, berupa wisata pendidikan untuk mengenang keberadaan tanah kritis yang terletak di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar.
Waduk Lalung, dibangun untuk keperluan pengairan, perikanan serta pertanian namun belum serius dikembangkan untuk Pariwisata.
Situs Watu Kandang, merupakan situs peninggalan zaman pra sejarah yang terletak di Dukuh Ngasinan Lor, Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Astana Mengadeg, terletak di Desa Karang Bangun Kecamatan Matesih merupakan komplek makam raja-raja dari Istana Mangkunegaran, Surakarta.
Goa Tlorong terletak di Desa Lempong Kecamatan Jenawi, merupakan goa alami yang memiliki ukuran mulut goa dua meter kali 1,5 meter.
Air Terjun Pringgodani terletak di Kelurahan Blumbang empat kilometer dari terminal bus Tawangmangu, Karanganyar.
Monumen RRI tersembunyi di Desa Balong Jenawi
Pura Peninggalan Leluhur Bali di Karanganyar yang awalnya berupa petilasan yang semula berwujud makam Ki Ageng Pasek (Pemacekan), Beliau adalah leluhur Bali yang dimakamkan di Desa Pasekan Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.
Wisata Gunung Bromo merupakan kawasan hutan penelitian yang ditumbuhi berbagai jenis pohon, termasuk pohon-pohon langka, seperti Cendana.
12 Tempat Wisata Unggulan di Karanganyar Jawa Tengah
Rating: 4.5
Diposkan Oleh: Diana Salsabila
dari karanganyar museum sangiran deket lho untuk wisata pendidikan dan sejarah untuk anak sekolah maupun mahasiswa yang ingin meneliti tentang fosil atau manusai purba
Tinggalkan komentar anda pada kolom dibawah. Gunakan mode Name/URL untuk meninggalkan link. Komentar yang berbau SPAM atau terdapat link didalamnya akan otomatis kami hapus. . .
Candi Sukuh terletak di lereng barat G. Lawu, tepatnya di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi Candi Sukuh berada pada ketinggian + 910 merer di atas permukaan laut. Candi Sukuh ditemukan kembali dalam keadaan runtuh pada tahun 1815 oleh Johnson, Residen Surakarta pada masa pemerintahan Raffles. Selanjutnya Candi Sukuh diteliti oleh Van der Vlis pada tahun 1842. Hasil penelitian tersebut dilaporkan dalam buku Van der Vlis yang berjudul Prove Eener Beschrijten op Soekoeh en Tjeto. Penelitian terhadap candi tersebut kemudian dilanjutkan oleh Hoepermans pada tahun 1864-1867 dan dilaporkan dalam bukunya yang berjudul Hindoe Oudheiden van Java. Pada tahun 1889, Verbeek mengadakan inventarisasi terhadap candi Sukuh, yang dilanjutkan dengan penelitian oleh Knebel dan WF. Stutterheim pada tahun 1910.
Candi Sukuh berlatar belakang agama Hindu dan diperkirakan dibangun didirikan pada akhir abad ke-15 M. Berbeda dengan umumnya candi Hindu di Jawa Tengah, arsitektur Candi Sukuh dinilai menyimpang dari ketentuan dalam kitab pedoman pembuatan bangunan suci Hindu, Wastu Widya. Menurut ketentuan, sebuah candi harus berdenah dasar bujur sangkar dengan tempat yang paling suci terletak di tengah. Adanya penyimpangan tersebut diduga karena Candi Sukuh dibangun pada masa memudarnya pengaruh Hinduisme di Jawa. Memudarnya pengaruh Hinduisme di Jawa rupanya menghidupkan kembali unsur-unsur budaya setempat dari zaman Megalitikum. Pengaruh zaman prasejarah terlihat dari bentuk bangunan Candi Sukuh yang merupakan teras berundak. Bentuk semacam itu mirip dengan bangunan punden berundak yang merupakan ciri khas bangunan suci pada masa pra-Hindu. Ciri khas lain bangunan suci dari masa pra-Hindu adalah tempat yang paling suci terletak di bagian paling tinggi dan paling belakang.
Menurut dugaan para ahli, Candi Sukuh dibangun untuk tujuan pengruwatan, yaitu menangkal atau melepaskan kekuatan buruk yang mempengaruhi kehidupan seseorang akibat ciri-ciri tertentu yang dimilikinya. Dugaan tersebut didasarkan pada relief-relief yang memuat cerita-cerita pengruwatan, seperti Sudamala dan Garudheya, dan pada arca kura-kura dan garuda yang terdapat di Candi Sukuh.
Kompleks Candi Sukuh menempati areal seluas + 5.500 m2, terdiri dari terdiri atas tiga teras bersusun. Sepintas lalu candi ini terlihat seperti bangunan pemujaan Suku Maya di Mexico. Gerbang utama, gerbang lain menuju ke setiap teras dan bangunan utama menghadap ke arah barat, berbeda dengan candi-candi di Jawa tengah yang umumnya menghadap ke timur. Ketiga teras tersebut terbelah dua tepat di tengahnya oleh batu yang ditata membentuk jalan menuju ke gerbang teras berikutnya.
Gapura menuju teras pertama merupakan gapura paduraksa, yaitu gapura yang dilengkapi dengan atap. Ambang pintu gapura dihiasi pahatan kala berjanggut panjang. Pada dinding sayap utara gapura terdapat relief yang menggambarkan seorang yang sedang berlari sambil menggigit ekor ular yang sedang melingkar. Menurut K.C. Cruq, pahatan tersebut merupakan sebuah sengkalan (sandi angka tahun) yang dibaca gapura buta anahut buntut (gapura raksasa menggigit ekor ular). Sengkalan tersebut ditafsirkan sebagai tahun 1359 Saka atau tahun 1437 M, yang diyakini sebagai tahun selesainya pembangunan candi ini. Di atas sosok tersebut terdapat pahatan yang menggambarkan makhluk mirip manusia yang sedang melayang serta seekor binatang melata.
Pada sayap selatan gapura terdapat relief seorang tokoh yang ditelan raksasa. Pahatan tersebut juga merupakan sengkalan yang dibaca gapura buta mangan wong, yang artinya gapura raksasa memakan manusia. Sengkalan tersebut ditafsirkan sebagai angka tahun 1359 Saka atau 1437 M, sama dengan sengkalan pada dinding sayap utara gapura. Pada dinding luar gapura juga terdapat pahatan yang menggambarkan sepasang burung yang sedang hinggap di atas pohon, sementara di bawahnya terdapat seekor anjing, dan garuda dengan sayap terbentang sedang mencengkeram seekor ular. Di halaman depan, di luar gapura, terdapat sekumpulan batu dalam aneka bentuk. Di antaranya ada yang berlubang di atasnya, mirip sebuah lingga, dan ada yang menyerupai tempayan.
Di ruang dalam gapura, terhampar di lantai, terdapat pahatan yang menggambarkan phallus dan vagina dalam bentuk yang nyata yang hampir bersentuhan satu sama lain. Pahatan tersebut merupakan penggambaran bersatunya lingga (kelamin perempuan) dan yoni (kelamin laki-laki) yang merupakan lambang kesuburan. Saat ini sekeliling pahatan tersebut diberi pagar, sehingga gapura tersebut sulit untuk dilalui. Untuk naik ke teras pertama, umumnya pengunjung meggunakan tangga di sisi gapura. Ada keyakinan bahwa pahatan tersebut berfungsi sebagai 'suwuk' (mantra atau obat) untuk 'ngruwat' (menyembuhkan atau menghilangkan) segala kotoran yang melekat di hati. Itulah sebabnya relief tersebut dipahatkan di lantai pintu masuk, sehingga orang yang masuk ketempat suci ini akan melangkahinya. Dengan demikian segala kekotoran yang melekat di tubuhnya akan sirna.
Di atas ambang pintu gapura, menghadap ke pelataran teras pertama, terdapat hiasan Kalamakara yang saat ini telah rusak berat. Pada dinding sayap utara dan selatan terdapat pahatan lelaki dalam posisi berjongkok sambil memegang senjata.
Pelataran teras pertama yang tidak terlalu luas terbelah batu-batu yang disusun membentuk jalan menuju gapura menuju teras kedua. Di sisi utara pelataran teras pertama ini terdapat 3 panel batu yang diletakkan berjajar. Panel pertama memuat gambar seorang lelaki sedang berkuda diiringi oleh pasukan bersenjata tombak. Di samping kuda seorang lelaki berjalan sambil memayunginya. Panel kedua memuatan gambar sepasang lembu dan panel ketiga memuat gambar seorang lelaki menunggang gajah. Di sisi selatan terdapat kumpulan batu berbagai bentuk dan beberapa buah lingga.
Di sisi timurlaut atau bagian belakang pelataran teras kedua terdapat gerbang berupa gapura bentar yang mengapit tangga menuju ke pelataran teras kedua. Tidak terdapat pahatan atau hiasan pada dinding gapura ini. Di pelataran teras kedua yang tidak terlalu luas juga tidak terdapat arca ataupun relief.
Di sisi utara timur atau bagian belakang pelataran teras kedua terdapat gerbang berupa gapura bentar yang mengapit tangga menuju ke pelataran teras ketiga. Gapura ini dalam keadaan rusak berat. Di depan gapura terdapat sepasang Arca Dwarapala yang saat ini dalam keadaan telah aus. Pahatan kedua arca penjaga pintu ini kasar dan kaku dan wajahnya sama sekali tidak menyeramkan, bahkan terkesan lucu.
Teras ketiga yang letaknya paling tinggi merupakan tempat yang paling suci. Pelataran teras ketiga terbagi dua sisi, utara dan selatan, oleh jalan batu menuju ke bangunan suci di bagian belakang. Di pelataran halaman ketiga ini terdapat banyak sekali arca dan panel batu bergambar. Di bagian depan pelataran sisi utara terdapat 3 arca manusia bersayap dan berkepala garuda dalam posisi berdiri dengan sayap membentang. Hanya satu dari ketiga arca ini yang masih utuh. Dua arca lainnya sudah tidak berkepala lagi. Pada salah satu arca garuda terdapat prasasti berangka tahun 1363 Saka atau 1441 M dan 1364 Saka atau 1442 M. Di sisi utara terdapat panel-panel batu yang diletakkan berjajar, masing-masing dihiasi pahatan gambar gajah dan sapi.
Di depan bangunan utama agak ke selatan, terdapat tiang batu yang berisi pahatan cuplikan kisah Garudheya. Pada sudut kiri atas terdapat parsasti dalam huruf dan bahasa Kawi berbunyi “Padamel rikang buku tirta sunya” atau sama dengan 1361 Saka. Garudheya adalah nama seekor Garuda, putra angkat Dewi Winata. Sang dewi mempunyai saudara yang juga menjadi madunya, yang bernama Dewi Kadru. Dewi Kadru mempunyai beberapa anak angkat yang berwujud ular. Dalam sebuah pertaruhan Dewi Winata dikalahkan oleh Dewi Kadru, sehingga ia harus menjalani kehidupan sebagai budak Dewi Kadru dan anak-anaknya. Garudheya mendapatkan Tirta Amerta yang menjadi syarat peruwatan atau pembebasan ibunya dari perbudakan Dewi Kadru dan anak-anaknya. Relief kisah Garudheya ini juga terdapat di Candi Kidal di Jawa Timur yang dibangun atas perintah Anusapati untuk meruwat ibunya, Ken Dedes.
Di bagian selatan pelataran teras ketiga ini terdapat panel-panel batu yang ditata berjajar. Panel-panel batu ini memuat relief dengan tema cerita yang diambil dari Kidung Sudamala.
Cerita Sudamala mengisahkan tentang Sadhewa, salah satu dari satria kembar di antara kelima satria Pandawa, yang berhasil meruwat (menghilangkan kutukan) dalam diri Dewi Uma, istri Bathara Guru. Dewi Uma dikutuk oleh suaminya karena tidak dapat menahan kemarahannya terhadap suaminya yang minta untuk dilayani pada saat yang menurutnya kurang layak. Karena menunjukkan kemarahan yang meluap-luap, Sang Dewi dikutuk dan berubah wujud menjadi seorang raksasa bernama Bathari Durga. Bathari Durga yang menyamar sebagai Dewi Kunthi, ibu para Pandawa, mendatangi Sadewa dan meminta satria itu untuk meruwat dirinya. Kisah tersebut dituangkan dalam lima panel relief.
Relief pertama menggambarkan Dewi Kunti palsu yang merupakan penyamaran Bathari Durga yang mendatangi Sadewa dan meminta satria itu 'meruwat' (menghilangkan kutukan) dirinya. Relief kedua menggambarkan ketika Bima, kakak Sadewa, berperang dengan seorang raksasa. Tangan kiri Bima mengangkat tubuh raksasa, sedangkan tangan kanannya menancapkan kuku Pancanaka (senjata pusaka Bima) ke perut lawannya.
Relief ketiga menggambarkan Sadewa, yang menolak untuk 'meruwat' Bathari Durga, diikatkan ke sebuah pohon. Di hadapannya berdiri Bathari Durga yang mengancamnya dengan menggunakan sebilah pedang. Relief keempat menggambarkan pernikahan Sadewa dengan Dewi Pradhapa yang dianugerahkan kepadanya karena berhasil 'meruwat' Bathari Durga. Relief kelima menggambarkan Sadewa beserta pengiringnya menghadap Dewi Uma yang telah berhasil diruwat.
Di pelataran sebelah selatan jalan batu ada terdapat candi kecil, dan di dalamnya terdapat arca dengan ukuran yang kecil pula. Menurut mitologi setempat, candi kecil itu merupakan kediaman Kyai Sukuh sang penguasa kompleks Candi Sukuh.
Di depan bangunan utama terdapat tiga arca bulus kura-kura berukuran besar. Kura-kura yang melambangkan dunia bawah, yakni dasar gunung Mahameru, juga terdapat di Candi Cetha.
Bangunan utama berbentuk trapesium berdenah dasar 15 m2 dan tinggi mencapai 6 m. Di pertengahan sisi barat bangunan terdapat tangga yang sempit dan curam menuju ke atas atap. Diduga bangunan yang ada saat ini adalah batur atau kaki candi, sedangkan bangunan candinya sendiri kemungkinan terbuat dari kayu. Dugaan tersebut didasarkan pada adanya beberapa umpak (kaki tiang bangunan) batu di pelataran atap. Di tengah pelataran atap terdapat sebuah lingga. Konon yoni yang merupakan pasangan lingga tersebut saat ini disimpan di Museum Nasional di Jakarta.
Upaya pelestarian Candi Sukuh telah dilakukan sejak jaman Belanda. Pemugaran pertama dilakukan oleh Dinas Purbakala pada tahun 1917. Pada akhir tahun 1970-an Candi Sukuh mengalami pemugaran kembali oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Current song: Savana - Savana Reggae
Stream title: Mendhut FM - Karanganyar Solo
Bit rate: 32 Kbps
Current listeners: 56
Maximum listeners: 300
Server status: Online
AutoDJ status: Online
Source connected: Yes
Station time: Nov 18, 201511:18 PM
Current playlist:
ada gak paket wisata untuk menuju ke tempat2 di atas?
ReplyDeletePaket Wisata Lombok
iya nih seru ya...
Deletejarang gan, pakai jasa saya aja gan (Orang Karanganyar) CP. 082 221 140 801,
ReplyDeleteSiap Adventur dah, Komunikasi lwat hp aja,
trimakasih
Ada Bang Tapi Non Travel, Cp 082221140801
ReplyDeletetrimakasih
Noh, Yang mau promo jasa travel silakan ...
ReplyDeletemantap banget info nya
ReplyDeleteselalu ditunggu info selanjut nya
terimakaasih
penginapan di sana berapa kisaran harga nya perhari.?
ReplyDeletewiihh....air terjunnya keren-keren..asik itu buat petualang :)
ReplyDeleteklo lewat pantura naik bis apa ya gan?
ReplyDeleteAmbil jurusan Semarang. Kemudian naik bis jurusan Solo. Dari terminal Solo naik bis ke Karanganyar, baru ke obyek wisata karanganyar yang diinginkan.
Deletesaya orang karanganyar juga, memang banyak tempat wisata di sini
ReplyDeletedari karanganyar museum sangiran deket lho untuk wisata pendidikan dan sejarah untuk anak sekolah maupun mahasiswa yang ingin meneliti tentang fosil atau manusai purba
ReplyDeletekeren
ReplyDeletekaya nya mantap tih